Jumat, 14 Januari 2011

PELAJARAN DARI PENJUAL ROTI GORENG DAN IBU PEMINTA


Wah..rasanya lama sudah tidak mengisi blog ini,,,

Menulis,,memuntahkan isi hati....

Hmm..sebenarnya alasan utama menulis kali ini adalah karena mendadak enggag bisa tidur...

Karena beberapa hari ini banyak kejadian yang membuat saya berpikir, jadi galau, jadi labil...

Entah kenapa...

Tapi rasa rasanya semua yang saya pikirkan tidak ada jawaban...

Tapi juga tidak bisa hilang begitu saja,,seperti ada lem kastol, atau mungkin alteco yang membuat pikiran nano nano ini terus ada...


Di awal tahun ini banyak sekali yang sudah saya pelajari,,,yang mungkin juga merupakan jawaban atas apa yang selama ini saya cari...

Tentang sebuah ilmu yang saya yakini teramat susah...yang bernama ilmu IKHLAS....

Well,,saya sampai detik ini pun belum sepenuhnya paham tentang bagaimana ilmu itu...

Satu hal yang pasti, SULIT untuk diterapkan,mudah dipelajari...

Kejadian siang ini, cukup menampar saya...Sangad sangad bahkan,,


Jadi begini ceritanya...

Tadi siang waktu ibu ngajakin pergi untuk membeli kado mbak yang mau menikah besok,,tiba tiba di tengah siang, saya mencium bau enakkk banged,,semacam kue *jediengggg...

Trus saya nanya ke ibu,,


S: bu, ini bau apa ya?kok enak banged gini....*sambil mengendus endus

I: nah itu, di belakangmu, ada roti goreng

S: *terkejut *terperangah *nganga ngatup,

Bu, aku mau beli, boleh?*sambil ngrengek

I : Bole,,,beli aja

S: HORE!!*mata berbinar binar


Dan dengan perasaan amat senang saya pun membeli roti goreng yang ditawarkan oleh seorang bapak tua di belakang saya...

Sambil menunggu, sesungguhnya diam diam saya mengamati bapak penjual roti goreng itu. Eh ya, hobi saya baru baru ini,,atau beberapa waktu belakangan adalah suka mengamati orang...


Entah kenapa..itu sebuah hal yang sangad menyenangkan....

Dari penerawangan saya tentang bapak itu, bapak itu sepertinya tulus, jujur, dan pekerja keras..

Sebenarnya saya tidak tahu pasti, ataupun mengenal bapak tersebut sebelum waktu ini, hanya saja, kesan pertama, atau kalau kata orang bahasa bekennya “hello effect” nya langsung memancarkan aura seperti yang saya sebutkan itu.

Penerawangan saya mungkin bisa saja 90% ngawur 7%sok tau 3%bener. Sangat tidak bisa dipercaya bukan....Hahahaha..

Gumaman dalam hai ingin membuktikan hasil penerawangan sungguh tidak bisa dihindarkan. Tiba-tiba disaat bapak roti goreng itu sedang sibuk membungkus pesanan roti goreng saya dengan kertas merang dan kantong kresek, lewatlah seorang ibu tua dengan menodongkan tangan,,,seraya mengatakan “ wah enake yo roti gorenge”. Yang artinya “wah, roti gorengnya enak sekali ya”.

Seketika bapak itu, menghentikan tangannya dan mengambil kantong kresek lain, kemudian memasukkan 2 buah roti goreng ke kantong kresek itu dan memberikannya kepada ibu-ibu tua peminta.


WAW..AMAZING..!!

Tanpa sadar kemudian saya berucap “bapak, baik sekali..”. kemudian bapak itu menjawab “ enggag mungkin hilang kok mbak itu,” dengan senyum lega terpancar.

Sekedar informasi saja, hal yang membuat saya merasa malu benar benar malu kepada diri sendiri adalah...

Pada saat ibu itu meminta kepada saya, saya hanya memberi uang receh 500 rupiah, sedangkan bapak itu, bapak penjual roti goreng itu, memberikan 2 buah roti goreng, yang apabila dinominalkan adalah sebesar 3000 rupiah...

Sungguh Luar biasa...!!!

Saya benar benar takjub tidak kepayang,,,penerawangan saya tidak salah sodara sodara,hahahaha



Tapi bukan itu poin pentingnya...

Saya benar benar belajar satu hal dari kejadian kecil itu,tentang ilmu IKHLAS..

Apa yang dilakukan bapak tadi mungkin terkesan sederhana, sepele, mungkin semua orang bisa melakukannya lebih, atau memberikan uang yang lebih kepada pengemis itu. Akan tetapi, lain halnya jika dalam kondisi ketika bapak tadi sebenarnya sangad membutuhkan uang, karena dagangannya yang masih belum terjual habis, sedangkan dengan ikhlasnya beliau memberikan roti goreng yang mungkin apabila dijual ke orang lain, bapak tersebut akan mendapat uang,. Akan tetapi yag terjadi, roti goreng itu berkurang sedang bapak tadi tidak mendapatkan uang.

Saya benar benar terkesan, dan jujur sekali malam ini kejadian itu melekat betul di hati dan pikiran saya...

Tentang sebuah kejujuran,keikhlasan, dan ketulusan...

IKHLAS sendiri dalam bahasa jawa dapat diartikan dengan legawa, nriman. Hei begitu sulitnya ilmu ini bagi saya...mudah diucapkan sulit dilakukan.

Setiap ada musibah maupun kejadian yang membut lara hati, setiap orang selalu berkata “yang IKHLAS ya....”

Heuh...

Kalau boleh saya hubungkan sedikit IKHLAS dengan CINTA *maklum lagi galau

Ternyata mempunyai keterkaitan yang sangat besar...

Bahkan CINTA itu sendiri sebenarnya adalah keikhlasan. Dimana kita selalu ikhlas memberi, dan tidak perlu bertanya apa yang sudah kita dapat.

Mengikhlaskan orang yang kita cintai untuk bersama dengan orang lain yak!! Seperti kata kata yang selalu didengungkan selama ini, CINTA TIDAK HARUS MEMILIKI. Mungkin itulah yang dimaksud ikhlas dalam Cinta.


Cinta yang Ikhlas adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kita masih bisa tersenyum dan berkata” aku turut berbahagia untukmu”. Mungkin akan tiba saatnya di mana kita harus berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.


Itulah sekelumit uneg uneg yang ingin saya sampaikan,,tentang pelajaran yang saya dapatkan hari ini,yang begitu banyak mengajarkan kepada saya.

Sebenarnya banyak yang ingin saya ungkapkan malam ini tentang ikhlas, tentang cinta...

NB :

Yang pengen dicritain sebenernya penjual roti goreng, cuma gag dapet gambarnya,,jadi yang dipajang penjual kerupuk...hahahhahaha


Maaf kalau di akhir tulisan ini agak gag nyambung,,hal itu mungkin disebabkan rasa kantuk yang datang, dan meminta mata ini untuk terpejam...


See you tuingers... *apa sih ,,hahahahhaa

4 komentar:

BIG SUGENG mengatakan...

Dari hal-hal kecil itulah kita banyak belajar
itulah sekolah yang sebenarnya, sekolah kehidupan

Neng Rara mengatakan...

assalamualaikum..
saya suka fotonya,
pemaknaan yang menarik.
salam

TUING TUING mengatakan...

@ pak big sugeng : iya pak benar,,,sekolah yang lebih sulit dari sekolah pada umumnya :)

TUING TUING mengatakan...

@neng rara ; walaikumsalam..makasih :))
itu sebenernya gag nyambung, cuma waktu nyari2 dapetnya itu, yasuda akhirnya dipajang yg itu,,hehhehe

Posting Komentar

 

Copyright © PRIMADIANA YUNITA. Template created by Volverene from Templates Block
WP by WP Themes Master | Price of Silver