Kamis, 19 Desember 2013






Ada kata yang tidak dapat tereja dengan rasa,
Ada rindu yang semakin beku.
Ketika peluk terasa jauh, ketika pulang menjadi setiap angan di penghujung bulan.
Apa kabar pelukmu disana? Masih hangat seperti dulu?
Atau sudah mulai hampa karena tak terbalas dengan dekap pula?
Aku rindu setiap pelukmu, peluk terbaik yang pernah aku tahu
Aku merindu suara terbaikmu, berat tapi hangat dalam sapa
Aku rindu mengenggam tanganmu yang dalam hitungan detik menjadikannya degup yang meletup
Rindu ini semakin membelenggu, merusak otakku
Kita menjadi jarak dalam jangka waktu yang tidak bisa terjangkau
Berbagai perasaan membuncah hingga pecah dan tumpah
Yang aku ingin hanya kamu,
Entah saat kita mampu beradu tatap dalam temu, atau hanya berputar-putar dalam pikiran yang semu, kemudian merasai satu masa yang kusebut tunggu.




1 komentar:

AryaPradana Wicaksono mengatakan...

Bagus, apa judulnya? :)

Posting Komentar

 

Copyright © PRIMADIANA YUNITA. Template created by Volverene from Templates Block
WP by WP Themes Master | Price of Silver